Jalur Rempah Sulawesi Tengah dan Islam Kosmopolitan
(Observasi Awal Riset Imam Syaban di Lolantang Bangkep Sulawesi Tengah)
Abstrak
Tulisan tentang kuburan Imam Sya’ban di Lolantang Banggai masih sangat kurang sehingga penelitian tentang obyek ini sangat dibutuhkan. Kompleks kuburan ini berupa “situs” yang berada di perbukitan di Desa Lolantang, Kecamatan Bulagi selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penulisan ini adalah tahapan awal hasil observasi pendahuluan dari seluruh rangkaian penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang akan melihat awal masuknya Agama Islam berdasarkan informasi dari nisan kuburan Imam Sya’ban. Tahapan penelitian ini melalui Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan historiografi (penulisan sejarah). Metodologi sejarah ini dibantu dengan pendekatan atau sudut pandang arkeologi dan sudut pandang arsitektur. Arkeologi berkaitan dengan benda-benda bersejarah dan juga situs bersejarah Imam Sya’ban, sementara arsitektur berkaitan dengan aspek keruangan/spasial berupa kawasan, bangunan dan struktur situs. Hasil observasi pendahuluan mengungkap unit informasi dan fenomena menarik terkait keberadaan Imam Sya’ban yang perlu ditindaklanjuti lebih intens dan komprehensif agar dapat berkontribusi bagi tindakan pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan situs serta dapat melengkapi historiografi Islam, termasuk kajian arkeologi Islam di Nusantara (Indonesia)
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Ambary (1986), Unsur Tradisi Pra Islam Pada Sistem Pemakaman Islam di Indonesia, dalam PIA IV, Puslit Arkenas, Jakarta, 146
Ambary (1991), Aspek-Aspek Arkeologi Indonesia No. 12 Thn 1991: Makam-Makam Kesultanan dan Para Wali Penyebar Islam di Pulau Jawa, Jakarta: Puslitarkenas, 108- 110
Broch, Harald Beyer (2000), “Yellow Crocodiles and Bush Spirits: Timpaus Islanders' Conceptualization of Ethereal,” ETHOS, Vol. 28, No. 1 (Mac., 2000), hlm. 3-19.
Ching (2008), Arsitektur Bentuk, Ruang dan Tatanan. Edisi Ketiga. Jakarta. Penerbit Erlangga
Dormier, J.J., (1945), Hukum Adat Banggai (terjemahan), Disertasi Doktor di Fakulti Undang-Undang RijksUniversiteit, hlm.29- 31; rujuk juga: Kruyt, Alb. C., 1931, de vorsten van banggai, Koloniaal Tidjschirift (KT) 20, hlm. 505-529 dan 605-624
Haliadi (2021), Kuburan Imam Sya’ban di Banggai tahun 168 H: Menguji Kemampuan “Oral History” (Sejarah Lisan) dalam Sejarah Indonesia”, Seminar Internasional, Universitas Nahdlatul Ulama,
Hasan Muarif Ambary (1984), “L’Art Funeraire Musulman en Indonesie des Origines au XIX- eme Siecle: Eutude Epigraphique et Typologique”
Hasan, dkk (2004), Sejarah Poso, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004.
Irmawati (1996), “Ornamen Mihrab dan Lampu pada beberapa makam, sebuah tinjauan simbolik”, Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII (Cipanas), Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 3
Mattulada, Sejarah Tamadun To Kaili (Orang Kaili), Palu: Badan Penerbit Universitas Tadulako, tanpa tahun terbit; Kotilainen, Eija-Maija, 1992, When The Bones are Left; A Study of the Material Culture of Central Sulawesi, Helsinki: The Finnish Antropological Society
Sjarfien Mohammad Saleh (1990), “Na Isiilaman Ko Banggai (masuknya Islam di Banggai) pada tahun 1990.
Sofyan Madina (2012), Sejarah Kesultanan Banggai, Puslitbang Lektur dan Khazanah
Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 82
Tjandrasasmita, U (2009), Arkeologi Islam Nusantara. Kepustakaan Populer Gramedia, 315
Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Z Butudoka (2022), The Besi Domain: The Reflection of Female Mastery in Kaili Da’a Traditional Housing, Central Sulawesi, Indonesia, International review for spatial planning and sustainable development, C: Planning and Design Implementation, Vol 10,
Hak Cipta (c) 2024 Haliadi Haliadi, Zubair Butudokaa, Dosen, Iksam Djorimi, Pegawai Dinas Kebudayaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
